Prinsip Komposisi: Kesatuan

Selama saya melakukan desain, pertama kali yang menjadi pe er atau permasalahan yang harus dipecahkan lebih dulu adalah komposisi. Apa sih komposisi itu?

Komposisi merupakan cara kita untuk mengatur atau mengorganisasikan elemen-elemen pembentuk desain, seperti tata letak obyek, warna, tekstur dan lain-lain sehingga mencapai keharmonisan tertentu baik antar bagian, maupun dengan keseluruhan desain.

Komposisi yang harmonis, sejauh yang saya tau, meliputi kesatuan (unity), keseimbangan (balance), irama (ritme), kontras, fokus (pusat perhatian) serta proporsi.

Secara bertahap, saya akan membahas satu demi satu prinsip komposisi ini dalam posting ini dan dalam beberapa posting mendatang.

Dimulai dengan Prinsip Komposisi Kesatuan.

Kesatuan atau unity merupakan salah satu prinsip yang menekankan pada keselarasan dari unsur-unsur yang disusun. Biasanya prinsip ini dipakai untuk “menyatukan” object yang terdiri atas beberapa elemen. Dengan adanya kesatuan itulah, elemen-elemen yang ada akan saling mendukung dan bukannya saling membunuh sehingga diperoleh fokus yang dituju.

Ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk mencapai kesatuan:

Jawa Furni Directory Adv Design

Dominasi pada Ad. Djawa Furni

  1. Menentukan dominasi agar diperoleh pengaruh yang tepat. Dominasi yang sesuai dengan porsinya, sudah pasti akan menyatukan berbagai elemen desain hingga menjadi satu kesatuan utuh. Beberapa bentuk dominasi yang dapat diterapkan dalam desain :
  • Dominasi pada ukuran. Ukuran yang besar sudah pasti akan memenuhi prinsip dominasi. Namun hendaknya hati-hati, karena juga akan mempengaruhi balance atau keseimbangan desain.
  • Dominasi warna. Warna sudah pasti akan memberikan arti dam estetika keindahan yang lebih menonjol dalam desain. Dominasi warna tertentu lebih memudahkan untuk mengarahkan konsentrasi saat mencerna sebuah desain. Jangan pergunakan warna yang saling membunuh. Tentukan maksimal 2 warna saja yang dominan.
  • Dominan pada letak/penempatan. Pertimbangkan tempat peletakan desain yang nantinya Anda buat, dan lalu perhatikan bahwa posisinya akan berpengaruh dan berperan menentukan.
  1. Ukuran sebagai daya tarik. Untuk memperoleh daya tarik, gunakanlah ukuran sebagai salah satu faktornya. Sebuah karya publikasi yang berukuran besar akan tampak lebih menonjol dibandingkan dengan yang berukuran kecil, sehingga akan menarik minat untuk diketahui, dibaca dan diintip. Ada semacam reaksi berantai oleh si penerima atau penikmat desain jika minatnya memang sudah tergelitik. Contoh kasus:

Ada seorang desainer grafis. Ketika dia menikah, ia membuat undangannya terbuat dari Art Paper 100 gr berukuran A0 (ukuran kertas plano utuh) yang dicetak secara grayscale bolak-balik. Tentu saja ini merupakan ide yang sangat menarik. Ukuran undangan sudah merupakan satu dominasi yang tak dapat dibantah. Maka akan muncul pertanyaan seperti, “Apa ini?” “Dari siapa ini?” “Hajat apa?” … dan lalu akan ada reaksi selanjutnya seperti “Oooo si anu akan menikah.” “Tanggal berapa?” “Mana tanggalnya?” “Oooo tanggal 5 bulan depan.” “Dimana nih?” “Hotel Bintang? Wahhh jauh juga ya. Tapi kayanya bakalan seru nih. Oke deh.”

Nah dengan begini berarti desain Anda berhasil mendapatkan perhatian dan respon seperti yang diharapkan.

  1. Menyatukan arah. Sebuah karya desain sebaiknya mempunyai point of view, artinya sebagai arah perhatian yang mula-mula harus diberikan oleh respondennya. Arah juga dapat diartikan sebagai alur untuk mengamati/membaca sebuah karya. Dengan demikian, elemen arah jelas merupakan sarana kesatuan yang harus diperhitungkan.
  1. Menyatukan bentuk. Sebuah karya desain yang berisi bentuk-bentuk yang semrawut akan  lebih sulit dicerna. Bentuk-bentuk yang menyatu memiliki kemungkinan untuk dicerna lebih cepat.

Sebuah karya lukisan, sebagai contoh, yang memiliki banyak elemen pembentuk seperti warna dan berbagai bentuk yang sangat bervariasi memerlukan waktu yang lama untuk dicerna oleh target penikmat. Lukisan yang demikian biasanya akan bertahan lama hingga bertahun-tahun jika diletakkan di ruang keluarga atau ruang makan, misalnya, untuk dipandangi lagi setiap hari oleh penghuni rumah baik secara sengaja ataupun sambil lalu.

Berbeda dengan lukisan dekoratif atau yang bersifat stereotip (repro lukisan Bali, lukisan-lukisan naturalis, pemandangan dsb) yang biasa diletakkan di ruang tamu rumah, hotel, kantor dan ruang-ruang publik pada umumnya, lukisan tersebut bersifat mudah dicerna karena memiliki elemen-elemen bentuk dan warna yang tidak terlalu kompleks. Hal ini bertujuan agar si target penikmat langsung dapat merasakan mood atau feel dari ruangan tersebut.

Demikian juga pada desain visual atau grafis. Karena bertujuan sebagai penyampai pesan, Anda tak perlu menghasilkan karya yang harus dinikmati bertahun-tahun. Keep it simple and straightforward. Cukup dengan sekali pandang, orang langsung mengerti pesan yang ingin disampaikan.

Beberapa desain saya yang saya rasa kuat pada komposisi menyatu.

2009 Nicefine Leaflet for INACRAFT

 2009 Nicefine Leaflet

 RTA Exhibition Poster - Djawa Office

RTA Exhibition Poster – Djawa Office

Courtesy of Rumah Tropika

Prinsip Komposisi selanjutnya: Keseimbangan.

Stay Updated!! :)

About these ads

4 responses to “Prinsip Komposisi: Kesatuan

  1. Wah, kalau aku coba-coba disain di photoshop yaa gitu aja. Belum memperhatikan komposisi dll. Abisan, belajar desainya aja otodidak, dan bukan jagonya. Pengen banget deh belajar, mak :)

    • Sebenernya sih prinsip-prinsip desain yang dasar begini sih nanti bakalan jalan sendiri tanpa dipikir Mak, kalo kita banyak-banyak latian dan banyak-banyak lihat referensi desain orang… :)

  2. Pingback: Prinsip Komposisi: Keseimbangan | Carra Design·

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s