Prinsip Komposisi: Irama

Irama diartikan sebagai pengulangan garis, bentuk, wujud, atau warna secara teratur atau harmonis.

Di dalam desain Arsitektur, misalnya, hampir semua jenis bangunan memasukkan  unsur-unsur yang sifatnya berulang. Yang paling gampang dilihat adalah pada kolom (tiang) yang disusun berulang untuk membentuk bentang dan modul struktural. Di bangunan hotel misalnya, jendela ditata secara berulang melubangi permukaan bangunan untuk memungkinkan cahaya, udara, dan pemandangan untuk memasuki ruang di dalamnya.

Pada dasarnya, tanpa sadar, manusia akan cenderung untuk mengelompokkan unsur-unsur di dalam suatu komposisi acak menurut kedekatan atau keterhubungan satu sama lain, dan karakteristik visual yang dimiliki bersama. Prinsip pengulangan memanfaatkan kedua konsep persepsi ini untuk menyusun unsur-unsur yang berulang kali hadir di dalam sebuah komposisi.

Secara personal, saya sering memakai irama sebagai benang merah antara satu desain dengan yang lain ketika harus mendesain sesuatu yang berjumlah banyak tapi berkonsep atau bertema sama.

Kalo mau lihat lebih jelas sih ada nih beberapa desain yang pake prinsip komposisi irama ini…

 Leaflet Living

 Tekstur background berulang

 Djawa Teak Leaflet

 Bentuk yang berulang

Tell me what you think

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s